Sudah tahukah anda ada perguruan tinggi yang mempelajari ilmu agama Islam berbasis kitab kuning? Perguruan tinggi itu bernama Ma’had Aly.
Ma’had Aly adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam. Pendidikan akademi di perguruan tinggi tersebut berbasis pada kitab kuning yang diselenggarakan pondok pesantren.
Sebagai unsur PTKI, Ma’had Aly merupakan wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pondok pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pondok pesantren. Maka lulusan Ma’had Aly diharapkan menjadi kader kiai-ulama yang menguasai khazanah keilmuan kutub at-turats secara mendalam.
Keragaman lainnya ditemukan dalam banyak aspek, seperti tradisi intelektual, bobot kajian kitab kuning, pengelolaan pembelajaran, kualifikasi dan kompetensi akademik pendidik dan tenaga kependidikan, kapasitas kelembagaan, serta dukungan finansial.
Secara faktual, penyelenggaraan pendidikan tinggi di pondok pesantren lebih dahulu muncul ketimbang regulasi yang mengaturnya. Sebagian besar Ma’had Aly telah menyelenggarakan kegiatan akademik perkuliahan jauh sebelum lembaganya diresmikan oleh pemerintah.
Artinya, Ma’had Aly tumbuh berkembang di sejumlah pondok pesantren yang memiliki tradisi intelektual yang memadai berdasarkan inisiatif dan kreativitas para pengasuh pondok pesantren itu sendiri, tanpa ada pedoman resmi yang menjadi acuan dalam penyelenggaraannya.
Saat ini, pondok pesantren penyelenggara pendidikan Ma’had Aly dituntut untuk mengikuti dan memenuhi sejumlah regulasi terkait Ma’had Aly dalam rangka memastikan adanya penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Ma’had Aly, baik dalam bentuk evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi.
Di satu sisi, pemenuhan unsur-unsur standardisasi pendidikan Ma’had Aly ini bukan hal yang mudah diterima dan diikuti setiap pondok pesantren penyelenggara pendidikan Ma’had Aly. Sebagai lembaga pendidikan keagamaan non formal, pondok pesantren memiliki basis sejarah, tradisi, dan kekhasan karakteristik yang unik dan tidak mudah dapat mengakomodasi instrumen pendidikan formal, kecuali setelah dilakukan penyesuaian-penyesuaian dalam batasan tertentu.
Sedangkan Ma’had Aly Nurul Cholil, Pondok Pesantren Nurul Cholil Demangan Barat Bangkalan Jawa Timur telah memulainya pada tahun 2018 hingga sekarang. Ma’had Aly Nurul Cholil mengambil fokus pada program takhasus (spesialisasi) “Fiqh dan Ushul Fiqh” (Fiqh wa Ushuluhu). Mahasantri Ma’had Aly Nurul Cholil diharapkan dapat menjadi kader-kader tafaqquh fiddin yang menguasai khazanah keilmuan kitab kuning secara mendalam dan luas.

